Atasi Dengan Segera Trikotillomania Pada Anak

Trikotilomania sering terjadi anak-anak adalah gangguan pada kesehatan mental yang menyebabkan para anak sering mencabut rambutnya. Penderita dapat menarik rambut kulit kepala, bulu mata dan alis sampai pada titik kerontokan rambut.

Gangguan ini kali terjadi kepada anak-anak karena akibat dari kecemasan, reaksi karena stres, kebiasaan sering terjadi dengan sendirinya, atau untuk menenangkan diri sang anak.

Pada saat usia balita itu, anak mungkin saja sudah sering menarik rambutnya sendiri saat menyusui, atau sedang mengisap dot atau saat tertidur sebagai sarana relaksasi diri.

Setelah kebiasaan itu ditegakkan pada masa bayi, kebiasaan itu berlanjut hingga usia balita. Jika anak kalian sering menarik rambut akan membuat orang tuanya sangat frustrasi.

Anak-anak usia sedang sekolah yang kurang mendapatkan keterampilan untuk komunikasi cenderung diam-diam menarik bulu mata atau alis dengan frustrasi. Ketika trikotilomania berlanjut hingga usia 12 tahun, Selama bertahun-tahun, gejala ini biasanya muncul dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Kedua gangguan tersebut dapat terjadi secara bersamaan. Trikotilomania yang bertahan hingga masa remaja sering berakar pada kebutuhan anak untuk memberontak.

Memodifikasi dan merawat trikotilomania sejak dini dalam kehidupan seorang anak seringkali lebih mudah daripada melakukannya di kemudian hari. Mengganti selimut atau boneka binatang untuk anak balita atau bayi untuk digerai olehnya, alih-alih rambutnya dapat membantu mencegah penyakit menarik rambut ini. Potongan rambut pendek atau topi juga merupakan jadi cara untuk mencegah anak menarik rambut sejak dini. Trikotilomania pada anak usia dini atau lebih muda lagi akan membutuhkan perlakukan komunikasi dan terapi khusus yang tidak serta merta. Terapi modifikasi perilaku dari psikiater, juga pemberian obat resep bisa saja akan diperlukan. Dari sana, anda bisa melatih atau mengikuti saran psikiater pada anak melalui cara yang lebih baik, lebih lembut, untuk mengatasi stres dan mengatur emosi anak juga, membantu meringankan masalah sang anak dengan pengalihan lain.

Mengabaikan kondisi dan berharap anak pada akhirnya akan tumbuh dewasa sendirinya jarang ampuh mengatasi masalah ini, begitu anak mencapai usia sekolah gangguan ini akan tetap ada. Gangguan ini bahkan akan menjadi sumber rasa malu bagi anak. Ketika kelainan ini meningkat, tambalan botak akan menjadi nyata, dan akan terlihat pada teman sekolah anak atau orang lain, yang dapat membuat anak semakin tertekan karena penyakit ini. Oleh karena itulah diperlukan evaluasi dan perawatan yang berkerja dengan cepat untuk meminimalkan konsekuensi emosional dan fisiologis jangka panjang dari gangguan kesehatan mental ini.

Trikotillomania pada anak-anak juga dapat membuat orang tua ketakutan. Irisan emosional dapat berkembang antara orang tua dan anak. Konseling kesehatan mental.