Mengenal Trikotilomania, Kebiasaan Mencabut Rambut yang Berisiko Kebotakan

Mengenal Trikotilomania, Kebiasaan Mencabut Rambut yang Berisiko Kebotakan – Trikotilomania merupakan gangguan mental, dan pasien memiliki keinginan yang tak tertahankan untuk mencabut rambut mereka. Biasanya, ketika pasien sedang stres atau cemas, dorongan ini muncul. Mencabut rambut merupakan salah satu cara penderita Trikotilomania untuk menghilangkan stres atau kecemasan.

Mengenal Trikotilomania, Kebiasaan Mencabut Rambut yang Berisiko Kebotakan

Sumber : honestdocs.id

trich – Selain kepala, penderita Trikotilomania cenderung mencabut rambutnya dari bagian lain, seperti alis dan bulu mata. Trikotilomania yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan kulit atau sindrom Rapunzel.

Seberapa umum Trikotilomania?

Trikotilomania pernah dianggap sebagai penyakit langka. Namun, penyebaran yang tersebar luas ini secara bertahap mulai dikenal. Menurut hasil penelitian di Amerika, 1-2% siswa yang disurvei pernah atau sedang menderita Trikotilomania. Ini dapat mempengaruhi pasien dari segala usia. Di antara semua anak, jumlah pria dan wanita sama. Namun, di masa dewasa, wanita lebih rentan terhadap situasi ini dibandingkan pria.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala dan gejala trikotilomania?

Gejala umum berasal dari trikotilomania sanggup mencakup:

Anda berulang kali menarik rambut Anda berasal dari kulit kepala, alis atau bulu mata dan anggota tubuh lainnya.
Anda barangkali berupaya keras untuk menghentikan diri berasal dari menarik rambut tapi tidak sanggup menolak.
Anda biasanya merasa suka atau lega sesudah rambut ditarik.

Rambut lebih pendek, menipis atau botak di kulit kepala atau daerah lain berasal dari tubuh Anda, juga bulu mata yang jarang atau hilang atau alis
Anda hadapi tekanan atau masalah kejiwaan didalam pekerjaan atau kehidupan sosial dikarenakan menarik rambut.
Anda sadar adanya kebotakan dibagian rambut yang sudah ditarik keluar.
Anda sadar beberapa tabiat aneh seperti memeriksa akar rambut, memutar-mutar rambut, menarik rambut pada gigi, mengunyah rambut, atau makan rambut.

Sebagian besar orang-orang yang mempunyai trikotilomania juga menarik kulit mereka, menggigit kuku, atau mengunyah bibir mereka. Kadang-kadang menarik rambut berasal dari binatang peliharaan, boneka, atau berasal dari bahan berbulu seperti busana atau selimut juga sanggup diakui sebagai tanda. Kebanyakan orang bersama trikotilomania menarik rambut di waktu sendirian dan biasanya mencoba untuk menyembunyikan masalah ini berasal dari orang lain.

Kemungkinan ada gejala dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda mempunyai kekhawatiran bakal sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah bersama dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Jika Anda menarik rambut tanpa disadari, atau melihat anak Anda melakukannya, Anda harus berkonsultasi dengan dokter. Dengan mengamati perilaku Anda dan memeriksa area rambut rontok, dokter Anda akan memeriksa penyebab gangguan penghilangan rambut, seperti infeksi kulit.

Jika Anda memiliki salah satu dari tanda atau gejala di atas atau masalah lain, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Tubuh setiap orang berbeda. Pastikan berkonsultasi ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab Trikotilomania

Penyebab pasti dari Trikotilomania masih belum diketahui. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya Trikotilomania, yaitu:

Ada kebiasaan buruk lainnya, seperti mengisap jempol.
Kekurangan serotonin, hormon yang mengatur mood dan keterampilan motorik.
Menderita penyakit yang disebabkan oleh penyakit saraf, seperti penyakit Parkinson atau demensia.
Struktur dan metabolisme otak tidak normal.
Seorang anggota keluarga memiliki riwayat Trikotilomania atau penyakit mental lainnya.
Anak-anak yang mendekati pubertas (10-13 tahun) kemungkinan besar akan mengalami penyakit ini.
Ada masalah mental lainnya, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Faktor-faktor risiko

Apa yang menaikkan risiko saya untuk trikotilomania?

Ada banyak faktor risiko untuk trikotilomania, seperti:

Riwayat keluarga: genetika mungkin memainkan peran didalam pengembangan trikotilomania, dan gangguan sanggup berjalan pada mereka yang punya kerabat dekat bersama gangguan tersebut.

Umur: trikotilomania kebanyakan berkembang sebelum atau selama jaman pubertas kebanyakan pada umur 11 hingga 13 dan mungkin jadi kasus seumur hidup. Bayi termasuk sanggup rentan pada menarik rambut, namun ini kebanyakan ringan dan hilang sendiri tanpa pengobatan.

Emosi yang negatif: untuk banyak penderita trikotilomania, menarik rambut merupakan kegiatan untuk membuat mereka merasa nyaman, layaknya stres, frustasi, ketegangan, kecemasan, kelelahan atau kesepian.

Penguatan positif: penderita trikotilomania kerap menemukan bahwa menarik rambut menjadi memuaskan dan memberi tambahan perasaan lega. Akibatnya, mereka terus menarik rambut mereka untuk menjaga perasaan positif ini.

Gangguan lain: penderita trikotilomania termasuk mungkin punya gangguan lain, layaknya depresi, kecemasan atau gangguan obsesif-kompulsif (OCD).

Cara Mengobati Penyakit Trikotilomania

Diagnosis trikotilomania terhadap step awal ditunaikan bersama dengan berkonsultasi bersama dengan dokter umum atau untuk masalah spesifik dapat dirujuk ke dokter spesialis kulit. Selanjutnya, dokter bisa saja dapat merujuk pasien untuk berkonsultasi bersama dengan psikiater. Pada step ini, sistem pengobatan ini ditunaikan bersama dengan mendiagnosis tradisi dan tabiat pasien.Pada dasarnya, gara-gara trikotilomania ini berawal dari permintaan seseorang yang tidak tertahankan untuk mencabuti rambutnya, maka dapat ada penilaian perihal tabiat dan tradisi pasien itu sendiri.Dalam sesi konsultasi, pasien dapat diminta untuk mengikuti tradisi mencabuti rambut, seperti kapan saja tabiat ini muncul, berapa lama sementara yang dihabiskan, sampai kondisi kesegaran mental pasien yang terjalin bersama dengan tingkatan stres.Pasien terhitung dapat diminta untuk melacak kesibukan pengalihan dari tabiat jelek yang ditunaikan secara berulang. Dalam masalah tertentu, pasien dapat diresepkan obat-obatan, seperti antidepresan dari golongan serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk mendukung mencegah gejala makin lama parah.Selain itu, pasien terhitung bisa diberikan resep obat clomipramine yang kebanyakan diresepkan untuk masalah OCD dan obat olanzapine untuk kondisi bipolar dan skizofrenia. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi efektivitas kerja obat ini didalam membuat sembuh trikotilomania.Jenis pengobatan bagi pasien trikotilomania tentu berbeda-beda, bergantung terhadap kondisi mereka masing-masing. Sebisa mungkin, langsung cari pengobatan sebelum akan kondisinya makin lama parah.Salah satu metode untuk membuat sembuh trikotilomania adalah terapi tabiat kognitif atau CBT. Istilahnya adalah habit reversal training.Tujuan dari terapi ini adalah mengganti tradisi jelek bersama dengan hal lain yang tidak berbahaya. Biasanya, pasien dapat dibimbing untuk melakukan lebih dari satu hal seperti:

Menulis di jurnal perihal tradisi menarik rambut
Mencari memahami apa kondisi yang sebabkan tradisi menarik rambut
menjauhkan kondisi pemicu kebiasaan
Mengganti kesibukan menarik rambut bersama dengan yang lain seperti meremas stress ball
Melibatkan orang terdekat seperti keluarga atau kelompok sesama penderita trikotilomania untuk memberi pemberian emosional
Berbicara bersama dengan psikiater untuk memahami emosi di balik trikotilomania

Selain itu, melakukan hal yang nyaman seperti berendam atau sesuaikan napas seperti sementara meditasi terhitung bisa dicoba untuk mengalihkan permintaan menarik rambut. Melatih pernapasan bisa mendukung seseorang fokus dan menenangkan sistem saraf pusat saat berlangsung hal yang sebabkan stres.Berolahraga atau aktif bergerak terhitung dikehendaki bisa memberikan alternatif kesibukan produktif yang lebih tidak berbahaya.

Komplikasi Trikotilomania

Apabila trikotilomania tidak meraih terapi yang tepat, penderitanya mampu mengalami komplikasi berupa:

Gangguan di hidup bersosial. Ada beberapa penderita trikotilomania yang merasakan sangat malu, depresi, dan khawatir berlebih, yang terhadap akhirnya dapat berdampak terhadap keyakinan diri di dalam hidup bermasyarakat.

Kulit yang rusak. Karena sering mencabuti rambutnya berpotensi membawa dampak infeksi kulit, kerusakan kulit, dan luka. Sindrom Rapunzel. Trikotilomania mampu menjadi awal mula seseorang menderita sindrom Rapunzel. Sindrom Rapunzel adalah situasi langka, di mana penderita punyai permintaan yang kuat untuk memakan rambutnya sendiri.

Ketika pasien trikotilomania punyai kebiasan memakan rambutnya, hal itu terhitung dapat membawa dampak rambut bergumpal di dalam saluran cerna dan membawa dampak situasi semakin memburuk. Pada akhirnya, gumpalan rambut berikut dapat mengganggu kegunaan saluran cerna dan membawa dampak muntah, turun berat badan, bahkan kematian. seperti yang dilansir Wikipedia

Pencegahan Trikotilomania

Belum ada upaya yang terbukti mampu menghambat trikotilomania. Namun, jelas manajemen stres mungkin mampu menopang turunkan risiko terjadinya trikotilomania. Berikut adalah wujud menejemen stres:

Berperilaku positif.
Tidak memendam perasaan atau pendapat.
Mempelajari metode relaksasi, layaknya yoga.
Rutin berolahraga.
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
Belajar disiplin dan punyai manajemen waktu yang baik.
Berani menolak terhadap permintaan yang mampu membawa dampak stres.
Menyediakan waktu luang untuk melaksanakan hobi atau kegiatan yang menarik.
Mencukupi waktu untuk tidur dan beristirahat.
Jangan mengandalkan alkohol atau obat-obatan untuk meredakan stres.
Mencari pemberian sosial. Luangkan waktu bersama seseorang yang mampu membawa dampak Anda nyaman.
Menerima bahwa ada beberapa hal yang tidak mampu dikendalikan.